Minggu, 24 Juli 2011
Sabtu, 28 Mei 2011
True Happy
Suatu kala, ada seorang yang cukup terkenal akan kepintarannya dalam membantu orang mengatasi masalah. Meskipun usianya sudah cukup tua, namun kebijaksanaannya luar biasa luas. Karena itulah, orang berbondong-bondong ingin bertemu dengannya dengan harapan agar masalah mereka bisa diselesaikan.
Setiap hari, ada saja orang yang datang bertemu dengannya. Mereka sangat mengharapkan jawaban yang kiranya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Dan hebatnya, rata-rata dari mereka puas akan jawaban yang diberikan. Tidak heran, kepiawaiannya dalam mengatasi masalah membuat namanya begitu tersohor.
Suatu hari, seorang pemuda mendengar pembicaraan orang-orang di sekitar yang bercerita tentang orang tua tersebut. Ia pun menjadi penasaran dan berusaha mencari tahu keberadaannya. Ia juga ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang sedang mengganjal di hatinya dan ia masih belum mendapatkan jawaban. Ia berharap mendapatkan jawaban dari orang tua tersebut.
Setelah berhasil mendapatkan lokasi tempat tinggal orang tua itu, ia bergegas menuju ke sana. Tempat tinggal orang tua tersebut dari luar terlihat sangat luas bagai istana.
Setelah masuk ke dalam rumah, ia akhirnya bertemu dengan orang tua bijaksana tersebut. Ia bertanya, "Apakah Anda orang yang terkenal yang sering dibicarakan orang-orang mampu mengatasi berbagai masalah?"
Orang tua itu menjawab dengan rendah hati, "Ah, orang-orang terlalu melebih-lebihkan. Saya hanya berusaha sebaik mungkin membantu mereka. Ada yang bisa saya bantu, anak muda? Kalau memang memungkinkan, saya akan membantu kamu dengan senang hati."
"Mudah saja. Saya hanya ingin tahu apa rahasia hidup bahagia? Sampai saat ini saya masih belum menemukan jawabannya. Jika Anda mampu memberi jawaban yang memuaskan, saya akan memberi hormat dan dua jempol kepada Anda serta menceritakan kehebatan Anda pada orang-orang," balas pemuda itu.
Orang tua itu berkata, "Saya tidak bisa menjawab sekarang."
Pemuda itu merengut, berkata, "Kenapa? Apakah Anda juga tidak tahu jawabannya?"
"Bukan tidak bisa. Saya ada sedikit urusan ada mendadak," balas orang tua itu. Setelah berpikir sebentar, ia melanjutkan, "Begini saja, kamu tunggu sebentar."
Orang tua itu pergi ke ruangan lain mengambil sesuatu. Sesaat kemudian, ia kembali dengan membawa sebuah sendok dan sebotol tinta. Sambil menuangkan tinta ke sendok, ia berkata, "Saya ada urusan yang harus diselesaikan. Tidak lama, hanya setengah jam. Selagi menunggu, saya ingin kamu berjalan dan melihat-lihat keindahan rumah dan halaman di luar sambil membawa sendok ini."
"Untuk apa?" tanya pemuda itu dengan penasaran.
"Sudah, jangan banyak tanya. Lakukan saja. Saya akan kembali setengah jam lagi," kata orang tua itu seraya menyodorkan sendok pada pemuda itu dan kemudian pergi.
Setengah jam berlalu, dan orang tua bijak itu pun kembali dan segera menemui pemuda itu.
Ia bertanya pada pemuda itu, "Kamu sudah mengelilingi seisi rumah dan halaman di luar?"
Pemuda itu menganggukkan kepala sambil berkata, "Sudah."
Orang tua itu lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang sudah kamu lihat? Tolong beritahu saya."
Pemuda itu hanya diam tanpa menjawab.
Orang tua itu bertanya lagi, "Kenapa diam? Rumah dan halaman begitu luas, banyak sekali yang bisa dilihat. Apa saja yang telah kamu lihat?"
Pemuda itu mulai bicara, "Saya tidak melihat apa pun. Kalau pun melihat, itu hanya sekilas saja. Saya tidak bisa ingat sepenuhnya."
"Mengapa bisa begitu?" tanya orang tua itu.
Sang pemuda dengan malu menjawab, "Karena saat berjalan, saya terus memperhatikan sendok ini, takut tinta jatuh dan mengotori rumah Anda."
Dengan senyum, orang tua bijak itu berseru, "Nah, itulah jawaban yang kamu cari-cari selama ini. Kamu telah mengorbankan keindahan rumah yang seharusnya bisa kamu nikmati hanya untuk memerhatikan sendok berisi tinta ini. Karena terus mengkhawatirkan tinta ini, kamu tidak sempat melihat rumah dan halaman yang begitu indah. Rumah ini ada begitu banyak patung, ukiran, lukisan, hiasan dan ornamen yang cantik. Begitu juga dengan halaman rumah yang berhiaskan bunga-bunga warna-warni yang bermekaran. Kamu tidak bisa melihatnya karena kamu terus melihat sendok ini."
Ia melanjutkan, "Jika kamu selalu melihat kejelekan di balik tumpukan keindahan, hidup kamu akan dipenuhi penderitaan dan kesengsaraan. Sebaliknya, jika kamu selalu mampu melihat keindahan di balik tumpukan kejelekan, maka hidup kamu akan lebih indah. Itulah rahasia dari kebahagiaan. Apakah sekarang sudah mengerti, anak muda?"
Pemuda itu benar-benar salut atas kebijaksaan dari orang tua itu. Ia sungguh puas dengan jawabannya. Akhirnya ia menemukan jawaban yang selama ini ia cari. Sebelum pergi, ia menepati janjinya dengan memberi hormat dan dua jempol kepada orang tua tersebut.
Dalam hidup ini, alangkah baiknya kita tidak menjerumuskan diri kita ke dalam keterpurukan. Selalu ada hal positif yang bisa kita ambil. Jangan mengorbankan keindahan hidup hanya untuk melihat sisi jeleknya.
Rabu, 22 September 2010
Aku pernah datang dan aku sanga penurut
True Story !!! Yu Yuan Gadis Kecil Berhati Malaikat. yang berjuang hidup dari Leukimia Ganas, setelah merasa tidak dapat disembuhkan lagi, ia rela melepaskan segala-galanya dan menyumbangkan untuk anak-anak lain yang masih punya harapan. Sungguh .. tak abis kata2 untuk Yu Yuan. Terima kasih telah memberikan contoh mulia kepada kami…
sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.
Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.
Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”
sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela
melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa
menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.
Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.
mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”
ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama
kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min
menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.
memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.
Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”
diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.
kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”. Surat
wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.
pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.
Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.
kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.
kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.
mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.
diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia.
Walaupun hidup serba kekurangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.
Jumat, 23 April 2010
Pemenang buku "Quantum Resign"
Selasa, 13 April 2010
Orang yang menghalangi anda...
Senin, 05 April 2010
Sang Juara...
Selasa, 02 Maret 2010
Impian atau keinginan ??..
Banyak motivator mengatakan seperti ini : bermimpilah besar , ukuran dari mimpimu menentukan siapa dirimu , bermimpilah setinggi langit bukan setinggi langit - langit , orang besar punya mimpi besar sedang orang kecil bermimpi kecil dan masih banyak lagi yang lain . Tapi apa gunanya punya mimpi bila tidak action , benar kan ? nanti cuma jadi pemimpi katanya . Sejatinya impian adalah bahan bakar yang membuat anda bergerak , semakin besar bahan bakar anda maka semakin jauh impian akan membawa anda . Bila impian anda tidak sampai membuat anda untuk bergerak maka coba tanyakan lagi pada diri anda . Jangan - jangan apa yang anda impikan sebenarnya bukanlah apa yang benar-benar anda impikan namun hanya sekedar keinginan karena pengaruh lingkungan yang seringkali berubah . Impian yang sangat kuat pastilah akan bisa membuat anda untuk bergerak untuk mencapainya . Tahukah anda perbedaan yang besar antara memiliki impian yang besar dengan memiliki keinginan besar . Impian yang besar akan bisa menghadapi dan melewati rintangan yang besar pula , sedang keinginan yang besar bila menghadapi rintangan yang besar akan berubah menjadi keinginan yang lebih kecil sesuai dengan keadaan yang dihadapi . Anda perlu tahu apa yang sebenarnya anda miliki saat ini apakah impian yang besar ataukah hanya sekedar keinginan besar yang selalu berubah-ubah setiap waktu ... Read more...
Missing Link...
Sang bijak balik bertanya , “ apakah orang tuamu masih hidup ? dan apakah nenekmu masih hidup juga?..Sang murid menjawab masih hidup semua guru . Sang bijak lalu berguman,”hmm…seberapa sering kamu berkunjung ke beliau ? atau seberapa sering kamu menghubungi mereka ? dan apakah kamu sudah meminta restu mereka saat kamu akan memulai usahamu ?.....sang murid terdiam karena tidak bisa menjawab . Dia sadar bahwa selama ini dia seolah-olah tidak pernah peduli akan mereka . Bahkan selama ini seolah – olah mereka seakan sudah tidak menjadi bagian lagi dari kehidupannya . Mereka sudah disingkirkan , tidak dianggap , tidak dierlukan pandangannya dan bahkan yang terparah mereka seakan – akan sudah dianggap maaf seperti sampah yang harus dibuang karena sudah tidak berguna lagi . Sang murid tertunduk menjawab dengan malu…saya akui memang saya selama ini terlupa oleh mereka dan saya sangat menyesal sekarang . Sang bijak lalu berkata , “ nak , sebenarnya ada 3 kunci dalam hidup ini yang bisa menjamin kamu untuk bisa hidup sukses di bidang apapun yang kamu kerjakan . Ketiga kunci itu adalah :
- Dekat dengan yang sang maha pencipta
- Jangan pelit / sering berbagi
- Muliakan leluhurmu
Poin ketiga ini seringkali terlupakan oleh kita saat ini dikarenakan kita sudah terbutakan oleh fakta tentang duniawi yang berazaskan produktifitas . Dimana orang – orang yang tidak produktif lagi akan disingkirkan . Kita semua tahu bahwa apapun saat ini yang sudah kita capai itu ada karena ada asal-usulnya . Kita ada karena kita punya leluhur untuk itu janganlah pernah abaikan leluhur kita . Muliakanlah mereka baik saat mereka masih ada dan sudah tidak ada . Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para leluhur mereka . Seseorang yang tidak menghargai jasa para leluhurnya maka akan ditakdirkan mengalami kesalahan yang sudah pernah terjadi di masa lalu .
Mungkin kunci ketiga inilah yang selama ini hilang dalam usaha kita mencapai kebesaran dan kesuksesan di dunia ini . Bila para leluhur anda masih ada maka luangkanlah waktu untuk bisa bertemu dengan mereka , minta doa restunya atau kalaupun belum bisa bertemu hubungilah mereka , tanyakan keadaan mereka , berikan mereka rasa cinta sebagai rasa hormat dan apresiasi anda terhadap segala jasanya selama ini . Semakin cepat anda melakukan hal ini maka semakin cepat usaha - usaha anda akan berhasil . Jangan sia-siakan kesempatan emas ini .
Senin, 01 Maret 2010
Saling mencintai...
Minggu, 28 Februari 2010
13 sikap dasar..
13 Sikap dasar untuk sukses...
- Disiplin
- Percaya Diri
- Tekun
- Progresif
- Tegas
- Focus
- Visioner
- Keberuntungan
- Unggul
- Semangat
- Bertujuan
- Pembaharu
- Spritual
Berapa banyak kah sikap yang anda miliki saat ini ?... Read more...
Your ABC...
Your ABC
A = avoid negative sources , people , things and habits
B = believe in yourself
C = consider things in every angle
D = don’t give up and don’t give in
E = enjoy life today , yesterday is gone
F = family and friends are hidden treasure , seek them and enjoy the riches
G = give more than you’ve planned to give
H = hang on to your dreams
I = ignore those who try to discourage you
J = just do it
K = keep on trying no matter hard it seems , it will get easier
L = love yourself first and most
M = make it happens
N = never lie , cheat , or steal always strike a fair deal
O = open your eyes and see things as they really are
P = practice makes perfect
Q = quitter never win and the winner never quit
R = read , study and learn about everything important in your life
S = stop procrastinating
T = take control of your own destiny
U = understand yourself in order to better understand others
V = visualize it
W = want it more than anything
X = excel at doing your best
Y = you can do anything you set out to do
Z = zero tolerance in failure Read more...









