Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juli 2011

Inspirasi

 
Dengan cobaan dan penderitaan lah kita menjadi kuat dan mengenali diri kita sendiri . 
Orang yang beriman akan di beikan cobaan sedang orang yang tidak beriman akan di berikan musibah . Dengan cobaan kita akan naik kelas dengan musibah kita di ingatkan akan kesalahan kita .

Read more...

Sabtu, 28 Mei 2011

True Happy

Suatu kala, ada seorang yang cukup terkenal akan kepintarannya dalam membantu orang mengatasi masalah. Meskipun usianya sudah cukup tua, namun kebijaksanaannya luar biasa luas. Karena itulah, orang berbondong-bondong ingin bertemu dengannya dengan harapan agar masalah mereka bisa diselesaikan.
Setiap hari, ada saja orang yang datang bertemu dengannya. Mereka sangat mengharapkan jawaban yang kiranya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Dan hebatnya, rata-rata dari mereka puas akan jawaban yang diberikan. Tidak heran, kepiawaiannya dalam mengatasi masalah membuat namanya begitu tersohor.

Suatu hari, seorang pemuda mendengar pembicaraan orang-orang di sekitar yang bercerita tentang orang tua tersebut. Ia pun menjadi penasaran dan berusaha mencari tahu keberadaannya. Ia juga ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang sedang mengganjal di hatinya dan ia masih belum mendapatkan jawaban. Ia berharap mendapatkan jawaban dari orang tua tersebut.
Setelah berhasil mendapatkan lokasi tempat tinggal orang tua itu, ia bergegas menuju ke sana. Tempat tinggal orang tua tersebut dari luar terlihat sangat luas bagai istana.
Setelah masuk ke dalam rumah, ia akhirnya bertemu dengan orang tua bijaksana tersebut. Ia bertanya, "Apakah Anda orang yang terkenal yang sering dibicarakan orang-orang mampu mengatasi berbagai masalah?"
Orang tua itu menjawab dengan rendah hati, "Ah, orang-orang terlalu melebih-lebihkan. Saya hanya berusaha sebaik mungkin membantu mereka. Ada yang bisa saya bantu, anak muda? Kalau memang memungkinkan, saya akan membantu kamu dengan senang hati."
"Mudah saja. Saya hanya ingin tahu apa rahasia hidup bahagia? Sampai saat ini saya masih belum menemukan jawabannya. Jika Anda mampu memberi jawaban yang memuaskan, saya akan memberi hormat dan dua jempol kepada Anda serta menceritakan kehebatan Anda pada orang-orang," balas pemuda itu.
Orang tua itu berkata, "Saya tidak bisa menjawab sekarang."
Pemuda itu merengut, berkata, "Kenapa? Apakah Anda juga tidak tahu jawabannya?"
"Bukan tidak bisa. Saya ada sedikit urusan ada mendadak," balas orang tua itu. Setelah berpikir sebentar, ia melanjutkan, "Begini saja, kamu tunggu sebentar."

Orang tua itu pergi ke ruangan lain mengambil sesuatu. Sesaat kemudian, ia kembali dengan membawa sebuah sendok dan sebotol tinta. Sambil menuangkan tinta ke sendok, ia berkata, "Saya ada urusan yang harus diselesaikan. Tidak lama, hanya setengah jam. Selagi menunggu, saya ingin kamu berjalan dan melihat-lihat keindahan rumah dan halaman di luar sambil membawa sendok ini."
"Untuk apa?" tanya pemuda itu dengan penasaran.
"Sudah, jangan banyak tanya. Lakukan saja. Saya akan kembali setengah jam lagi," kata orang tua itu seraya menyodorkan sendok pada pemuda itu dan kemudian pergi.

Setengah jam berlalu, dan orang tua bijak itu pun kembali dan segera menemui pemuda itu.
Ia bertanya pada pemuda itu, "Kamu sudah mengelilingi seisi rumah dan halaman di luar?"
Pemuda itu menganggukkan kepala sambil berkata, "Sudah."
Orang tua itu lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang sudah kamu lihat? Tolong beritahu saya."
Pemuda itu hanya diam tanpa menjawab.
Orang tua itu bertanya lagi, "Kenapa diam? Rumah dan halaman begitu luas, banyak sekali yang bisa dilihat. Apa saja yang telah kamu lihat?"
Pemuda itu mulai bicara, "Saya tidak melihat apa pun. Kalau pun melihat, itu hanya sekilas saja. Saya tidak bisa ingat sepenuhnya."
"Mengapa bisa begitu?" tanya orang tua itu.
Sang pemuda dengan malu menjawab, "Karena saat berjalan, saya terus memperhatikan sendok ini, takut tinta jatuh dan mengotori rumah Anda."
Dengan senyum, orang tua bijak itu berseru, "Nah, itulah jawaban yang kamu cari-cari selama ini. Kamu telah mengorbankan keindahan rumah yang seharusnya bisa kamu nikmati hanya untuk memerhatikan sendok berisi tinta ini. Karena terus mengkhawatirkan tinta ini, kamu tidak sempat melihat rumah dan halaman yang begitu indah. Rumah ini ada begitu banyak patung, ukiran, lukisan, hiasan dan ornamen yang cantik. Begitu juga dengan halaman rumah yang berhiaskan bunga-bunga warna-warni yang bermekaran. Kamu tidak bisa melihatnya karena kamu terus melihat sendok ini."
Ia melanjutkan, "Jika kamu selalu melihat kejelekan di balik tumpukan keindahan, hidup kamu akan dipenuhi penderitaan dan kesengsaraan. Sebaliknya, jika kamu selalu mampu melihat keindahan di balik tumpukan kejelekan, maka hidup kamu akan lebih indah. Itulah rahasia dari kebahagiaan. Apakah sekarang sudah mengerti, anak muda?"

Pemuda itu benar-benar salut atas kebijaksaan dari orang tua itu. Ia sungguh puas dengan jawabannya. Akhirnya ia menemukan jawaban yang selama ini ia cari. Sebelum pergi, ia menepati janjinya dengan memberi hormat dan dua jempol kepada orang tua tersebut.
Dalam hidup ini, alangkah baiknya kita tidak menjerumuskan diri kita ke dalam keterpurukan. Selalu ada hal positif yang bisa kita ambil. Jangan mengorbankan keindahan hidup hanya untuk melihat sisi jeleknya. 

Read more...

Rabu, 22 September 2010

Aku pernah datang dan aku sanga penurut

True Story !!! Yu Yuan Gadis Kecil Berhati Malaikat. yang berjuang hidup dari Leukimia Ganas, setelah merasa tidak dapat disembuhkan lagi, ia rela melepaskan segala-galanya dan menyumbangkan untuk anak-anak lain yang masih punya harapan. Sungguh .. tak abis kata2 untuk Yu Yuan. Terima kasih telah memberikan contoh mulia kepada kami…
Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut. Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.
Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.
Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.
Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.
Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.
Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di
sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.
Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.
Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.
Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.
Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”.
Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”
Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya
sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela
melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa
menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.
Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu
Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.
Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.
Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta saya
mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di
ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama
kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min
menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.
Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu
memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.
Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.
Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu
Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”
Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan
diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.
Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,……. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante,
kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”. Surat
wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.
Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di
pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.
Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.
Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit,
kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.
Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.
Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima
kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.
Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak
mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.
Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami
diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.

Kesimpulan:
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia.
Walaupun hidup serba kekurangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.

Read more...

Jumat, 23 April 2010

Pemenang buku "Quantum Resign"


SELAMAT !!!
Kedua nama dibawah ini adalah pemenang buku berhadiah dari Blog " Good Stories For Soul " 
1 . Erwin  dari Manado 
2 . Reynhard dari Medan 
Kedua orang yang beruntung ini akan kami kirimkan buku " Quantum Resign " langsung ke alamatnya masing - masing . Biaya pengiriman di tanggung oleh Manajemen  Good Stories For Soul . 
Demikian kami sampaikan dan semoga buku yang kami kirimkan bisa bermanfaat . 
Salam Inspirasi 
Ttd
Denny Wahyudi

Read more...

Selasa, 13 April 2010

Orang yang menghalangi anda...


Bagaimana bila ada orang yang sedemikian ngotot untuk menghalangi anda untuk mencapai sukses ?? Bagaimana bila orang itu juga yang menghalangi  dalam setiap usaha anda ? Bagaimana perasaan anda terhadap orang itu ? Bagaimana kalau orang itu selalu muncul dihadapan anda setiap usaha dengan memunculkan segudang alasan untuk menghalangi anda bertindak ?   
Bagaimana kalau orang tersebut adalah anda sendiri ? Boleh jadi . Ada kemungkinan diri sendiri adalah musuh terbesar anda dalam menghalangi kesuksesan dan kegemilangan .
Pernahkah anda memergoki diri anda sendiri berkata : “ Ini tidak mungkin aku lakukan ! “ Tidakkah suara kecil itu pula yang selalu merintangi tujuan anda dan membawa berjubel – jubel alasan bahwa itu tidak mungkin dilakukan .
Keterbatasan yang anda miliki memang meminta anda untuk membatasi diri . Tetapi keputusan tetap ada di tangan anda . Suara kecil itu silahkan untuk bicara apa saja .
Relakah anda dipenjara oleh keterbatasan ? tentu tidak . Bayangkan apa yang anda bisa capai bila anda mendukung diri anda 100 % . Silahkan berhenti berkhayal dan mulailah kehidupan .

Read more...

Senin, 05 April 2010

Sang Juara...


Suatu saat ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan . Suasana sungguh meriah siang itu , sebab ini adalah babak final . Hanya tersisa empat orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki . Semuanya buatan sendiri sebab memang begitulah aturannya .
Ada seorang anak bernama Mark . Mobilnya tidaklah begitu istimewa namun ia termasuk dalam empat besar yang masuk final . Dibandingkan dengan mobil lawannya mobil Mark paling yang paling tidak sempurna . Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil Mark untuk dapat berpacu dengan melawan mobil lainnya .
Yah memang mobil itu tidak begitu menarik . Dengan kayu sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya , tentu tidak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil lainnya . Namun Mark bangga dengan itu semua karena mobil sederhana itu adalah murni buatan tangannya sendiri .
Tibalah saat yang dinantikan yaitu final mobil balap mainan . Setiap anak mulai digaris start untuk mendorong mobil mereka kencang – kencang . Di jalu balapan sudah siap empat mobil dengan empat orang pembalap kecilnya . Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan empat jalur terpisah diantaranya .
Sesaat sebelum lomba dimulai Mark meminta waktu sebentar untuk berdoa . Mulut kecilnya berkomat – kamit sedang berdoa . Matanya terpejam dengan tangan yang tertangkup memanjatkan doa . Lalu semenit kemudian dia berkata : Ya , aku siap !!
Dor !! tanda lomba dimulai . Dengan satu hentakan kuat mereka mulai mendorong sekuat – kuatnya . Semua mobil pun meluncur dengan cepat . Setiap orang bersorak – sorai , bersemangat , menjagokan mobilnya masing – masing . “ ayo , cepat ..cepat ….maju …maju begitu teriak mereka . Sang pemenang harus ditentukan lalu tali lintasan finish sudah mulai direntangkan . Dan Mark lah yang jadi pemenangnya . Ya semuanya senang , begitu juga dengan Mark . Ia berucap dan berkomat – kamit lagi dalam hati sembari mengucap Terima Kasih .
Saat pembagian piala tiba Mark maju ke depan dengan bangga . Sebelum piala diserahkan ketua panitia bertanya kepada Mark . “ Hai jagoan kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar supaya kamu menang kan ?...Mark terdiam . “ Bukan pak , bukan itu yang aku panjatkan “ kata Mark .
Ia lalu melanjutkan bahwa Sepertinya tidak adil untuk berdoa kepada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain . Aku hanya memohon kepada Tuhan , supaya aku tidak menangis bila aku kalah nanti . Semua hadirin terdiam mendengarnya . Setelah beberapa saat terdengarlah gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan .
Anak – anak terkadang memiliki kebijaksanaan dibanding kita semua . Mark tidak lah berdoa untuk dapat menang dalam setiap ujian . Mark juga tidak memohon untuk dapat meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya . Dia juga tidak berdoa kepada Tuhan untuk mengbulkan semua permintaannya . Dia tidak berdoa untuk menang dan menyakiti lainnya . Namun Mark berdoa kepada Tuhan agar diberikan kekuatan untuk menghadapi semuanya . Ia berdoa agar diberi kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga .
Mungkin telah banyak waktu yang kita lewatkan berdoa kepada Tuhan untuk mengabulkan semua permintaan kita . Terlalu sering juga kita berdoa kepada Tuhan untuk menjadikan kita yang nomor satu atau menjadi yang terbaik , menjadi pemenang dalam setiap ujian . Terlalu sering kita berdoa kepada Tuhan untuk menghalau semua halangan dan cobaan yang ada di depan mata . Padahal bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan Nya , tuntunan Nya dan panduan Nya ??...
Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat . Kita sering lupa dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini . Tidak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui ?? Saya yakin Tuhan memberikan kita ujian yang berat bukan untuk membuat kita lemah , cengeng dan mudah menyerah . Sesungguhnya Tuhan sedang menguji setiap hambanya yang shaleh .

Read more...

Selasa, 02 Maret 2010

Impian atau keinginan ??..


Banyak motivator mengatakan seperti ini : bermimpilah besar , ukuran dari mimpimu menentukan siapa dirimu , bermimpilah setinggi langit bukan setinggi langit - langit , orang besar punya mimpi besar sedang orang kecil bermimpi kecil dan masih banyak lagi yang lain . Tapi apa gunanya punya mimpi bila tidak action , benar kan ? nanti cuma jadi pemimpi katanya . Sejatinya impian adalah bahan bakar yang membuat anda bergerak , semakin besar bahan bakar anda maka semakin jauh impian  akan membawa anda . Bila impian anda tidak sampai membuat anda untuk bergerak maka coba tanyakan lagi pada diri anda . Jangan - jangan apa yang anda impikan sebenarnya bukanlah apa yang benar-benar anda impikan namun hanya sekedar keinginan karena pengaruh lingkungan yang seringkali berubah . Impian yang sangat kuat pastilah akan bisa membuat anda untuk bergerak untuk mencapainya . Tahukah anda perbedaan yang besar antara memiliki impian yang besar dengan memiliki keinginan besar . Impian yang besar akan bisa menghadapi dan melewati rintangan yang besar pula , sedang keinginan yang besar bila menghadapi rintangan yang besar akan berubah menjadi keinginan yang lebih kecil sesuai dengan keadaan yang dihadapi . Anda perlu tahu apa yang sebenarnya anda miliki saat ini apakah impian yang besar ataukah hanya sekedar keinginan besar yang selalu berubah-ubah setiap waktu ...    

Read more...

Missing Link...

Seorang bijak ditanya oleh seorang muridnya…saya sudah berguru kesana kemari , membaca banyak buku , sebagai umat beragama saya taat menjalankan perintah dan menjauh semua larangannya , saya juga sudah bekerja sangat keras , saya senang menyumbang lalu kenapa kok usaha saya masih seret juga ya . Apa sih kira-kira yang belum saya lakukan supaya usaha saya bisa berjalan dengan lancar ?....
Sang bijak balik bertanya , “ apakah orang tuamu masih hidup ? dan apakah nenekmu masih hidup juga?..Sang murid menjawab masih hidup semua guru . Sang bijak lalu berguman,”hmm…seberapa sering kamu berkunjung ke beliau ? atau seberapa sering kamu menghubungi mereka ? dan apakah kamu sudah meminta restu mereka saat kamu akan memulai usahamu ?.....sang murid terdiam karena tidak bisa menjawab . Dia sadar bahwa selama ini dia seolah-olah tidak pernah peduli akan mereka . Bahkan selama ini seolah – olah mereka seakan sudah tidak menjadi bagian lagi dari kehidupannya . Mereka sudah disingkirkan , tidak dianggap , tidak dierlukan pandangannya dan bahkan yang terparah mereka seakan – akan sudah dianggap maaf seperti sampah yang harus dibuang karena sudah tidak berguna lagi . Sang murid tertunduk menjawab dengan malu…saya akui memang saya selama ini terlupa oleh mereka dan saya sangat menyesal sekarang . Sang bijak lalu berkata , “ nak , sebenarnya ada 3 kunci dalam hidup ini yang bisa menjamin kamu untuk bisa hidup sukses di bidang apapun yang kamu kerjakan . Ketiga kunci itu adalah :
-          Dekat dengan yang sang maha pencipta
-          Jangan pelit / sering berbagi
-          Muliakan leluhurmu
Poin ketiga ini seringkali terlupakan oleh kita saat ini dikarenakan kita sudah terbutakan oleh fakta tentang duniawi yang berazaskan produktifitas . Dimana orang – orang yang tidak produktif lagi akan disingkirkan . Kita semua tahu bahwa apapun saat ini yang sudah kita capai itu ada karena ada asal-usulnya . Kita ada karena kita punya leluhur untuk itu janganlah pernah abaikan leluhur kita . Muliakanlah mereka baik saat mereka masih ada dan sudah tidak ada . Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para leluhur mereka . Seseorang yang tidak menghargai jasa para leluhurnya maka akan ditakdirkan mengalami kesalahan yang sudah pernah terjadi di masa lalu .
Mungkin kunci ketiga inilah yang selama ini hilang dalam usaha kita mencapai kebesaran dan kesuksesan di dunia ini . Bila para leluhur anda masih ada maka luangkanlah waktu untuk bisa bertemu dengan mereka , minta doa restunya atau kalaupun belum bisa bertemu hubungilah mereka , tanyakan keadaan mereka , berikan mereka rasa cinta sebagai rasa hormat dan apresiasi anda terhadap segala jasanya selama ini . Semakin cepat anda melakukan hal ini maka semakin cepat usaha  - usaha anda akan berhasil .  Jangan sia-siakan kesempatan emas ini  .

Read more...

Senin, 01 Maret 2010

Saling mencintai...


Di jagad raya ini terdapat sebuah planet biru berkilauan indah . Itulah Bumi tempat kita semua berpijak dan bernaung . Tangan – tangan sang maha pencipta telah membentuk planet ini begitu cantik , tertimbang seimbang di gugusan bintang – bintang dan terukur tepat di gerak derap sang waktu . Kehidupan tumbuh dan gugur silih berganti semenjak lima puluh milyar tahun kelahiran matahari , sebuah evolusi yang panjang , rapi dan hati – hati .
Planet elok dan jagad raya yang agung , semua itu hanya demi kehidupan manusia , maha karya yang menyimpan cahanya-nya yang diturunkan dua juta tahun lalu di bumi ini . Sedangkan kini matahari masih menyisakan lima milyar tahun kedepan sebelum mendidihkan air di penjuru galaksi . Perjalanan manakah yang kau kan tempuh , wahai manusia ?
Kita dapat melakukan perjalanan akbar ke angkasa menembus gelapnya alam raya , meyentuh tepiannya yang tidak terbatas . Atau perjalanan agung kedalam diri sendiri menerobos kelamnya sang aku , menyentuh cahaya gemilang yang ditiupkan sang maha pencipta
Perjalanan manapun yang kita pilih , kita semestinya disadarkan bahwa tiada segala sesuatu ini tercipta tanpa rahmat dan cinta kasih yang melimpah – ruah . karena itu sesama kaki yang berpijak di bumi , sesama kepala yang menjulang ke langit , tiada benang pengikat yang pantas ditambatkan selain hidup saling memberi , saling menerima dan saling mencintai.

Read more...

Minggu, 28 Februari 2010

13 sikap dasar..


13 Sikap dasar untuk sukses...      
- Disiplin
- Percaya Diri
- Tekun
- Progresif
- Tegas
- Focus
- Visioner
- Keberuntungan 
- Unggul
- Semangat
- Bertujuan 
- Pembaharu
- Spritual

Berapa banyak kah sikap yang anda miliki saat ini ?...

Read more...

Your ABC...



Your ABC
A             =  avoid negative sources , people , things and habits
B             =  believe in yourself
C             =  consider things in every angle
D             = don’t give up and don’t give in
E              = enjoy life today , yesterday is gone
F              = family and friends are hidden treasure , seek them and enjoy the riches
G             = give more than you’ve planned to give
H             = hang on to your dreams
I               = ignore those who try to discourage you
J              = just do it
K             = keep on trying no matter hard it seems , it will get easier
L              = love yourself  first and most
M            = make it happens
N             = never lie , cheat , or steal always strike a fair deal
O             = open your eyes and see things as they really are
P             = practice makes perfect
Q             = quitter never win and the winner never quit
R             = read , study and learn about everything important in your life
S              = stop procrastinating
T              = take control of your own destiny
U             = understand yourself in order to better understand others
V             = visualize it
W            = want it more than anything
X             = excel at doing your best
Y              = you can do anything you set out to do
Z              = zero tolerance in failure

Read more...

Mau liIburan ke luar negeri 8 hari 7 malam,cuma 2,6 jt mau ??

  © Free Blogger Templates Spain by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP